MEMILIH KONTRAKTOR LISTRIK
Supaya aman pastikan instalasi listrik di rumah dipasang instalatir profesional.
Listrik suka mati bukan hanya mengesalkan tapi juga merugikan. Aktivitas kita terganggu dan piranti elektronik cepat rusak. Ada bebeberapa penyebab listrik suka mati. Dayanya kurang, instalasi tidak rapi: kendor, terjepit, kabel dan saklar tidak memenuhi syarat, dan lain-lain. Bisa juga pemakaian sembrono. Satu saklar dibebani banyak arus sehingga panas dan korslet. Listrik pun mati atau memicu hubungan arus pendek penyebab kebakaran.
Apapun, semua itu tidak akan terjadi kalau pemasangan instalasi listrik dilakukan tenaga profesional. Instalatir profesional akan menghitung secara cermat kebutuhan listrik di rumah, titik-titik lampu, spesifikasi material yang dibutuhkan, dan lain-lain. Sekring, kabel, dan saklar misalnya, tidak asal pilih, tapi sebanding dengan arus yang akan mengalirinya. Kabel kecil akan panas dan mengelupas kalau dialiri arus besar. Begitu pula kapasitas sekering sebagai komponen pengaman, harus sesuai dengan daya terpasang.
Perlu direncanakan
Sementara saklar tidak main gabung begitu saja. “Saklar untuk penerangan misalnya, tidak bisa digabung dengan peralatan yang menggunakan motor seperti pompa air. Nanti lampunya kelap-kelip,“ kata Adang Surachman, Ketua Umum AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia). Karena itu kita perlu merencanakan titik-titik lampu dan peletakan piranti listrik di rumah, supaya kontraktor bisa menyesuaikan instalasinya.
AKLI yang berdiri sejak 1980 adalah tempat mendapatkan instalatir profesional. “AKLI itu pelaksana pekerjaan ketenagalistrikan yang diotorisasi PLN,“ ujarnya. Anggotanya 6.000 perusahaan di seluruh Indonesia. Sekitar 10 persen ada di Jakarta. Datangi PLN setempat untuk mendapatkan datanya. Semua anggota sudah diuji dan memiliki sertifikasi. “Jadi pekerjaannya pasti baik dan aman, karena memiliki kompetensi dan sudah diuji asosiasi profesi,“ jelasnya.
Setiap instalasi yang mereka pasang diperiksa lagi oleh Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (Konsuil) sebelum dialiri listrik. “Konsuil memastikan pemasangan dan material yang dipakai sudah aman dan sesuai standar (SNI),“ kata Sampurno Marnoto, Humas PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.
Dijamin asuransi
Konsuil akan menerbitkan sertifikat laik operasi (SLO) bila pemasangan sudah memenuhi standar, atau keterangan tidak laik operasi (TLO) kalau belum. SLO berlaku 15 tahun selama tidak ada perubahan instalasi. Bila diubah, Konsuil harus memeriksa ulang. “Konsuil berwenang memeriksa sampai batas daya 197.000 VA (197 KVA),“ ujar Adiwardojo Warsito, Pemimpin Konsuil Badan Pelaksana Wilayah DKI Jakarta & Tangerang.
Landasannya UU No 15/1985, PP No 3/2005, dan Peraturan Menteri ESDM No 45/2005 tentang Keamanan dan Keselamatan di Bidang Teknik Ketenagalistrikan. Dengan proses seperti itu instalasi listrik yang dikerjakan anggota AKLI bisa dijamin asuransi. Selama masa asuransi instalasi tidak boleh diubah. Kalau dilakukan, asuransinya gugur. “Setiap instalasi ada usia pakai (life time)-nya. Karena itu perlu diperiksa kehandalannya setiap lima tahun. Instalasi yang sudah kering, dilewati tikus saja kabelnya bisa terkelupas dan memicu korslet,“ kata Adang.
Biaya Kontraktor dan Konsuil
Biaya kontraktor listrik dihitung per titik lampu. Biaya bisa hanya mencakup jasa pengerjaan, atau termasuk material seperti kabel, stop kontak, lampu, panel, dan grounding (pembumian/arde) sebagai salah satu unsur pengaman. Dengan arde bila arus listrik berlebih, tersambar petir, atau seseorang tersengat listrik, arusnya diteruskan ke dalam tanah. Sementara biaya pemeriksaan Konsuil dihitung per satuan daya.
Di atas kertas minimal order 10 titik lampu. Order besar biasanya dari PLN atau developer. Sebab itu pemasangan instalasi untuk daya 450 VA pun dilayani, karena mencakup satu kawasan bukan satu rumah. Dari rumah perorangan kebanyakan hanya order untuk renovasi. Untuk pemasangan baru kebanyakan masih memakai instalatir amatir. Situasi ini tidak terlepas dari belum kompaknya kontraktor, PLN, dan Konsuil menjalankan regulasi itu.
Sesuai aturan, selama belum ada SLO, PLN belum boleh mengalirkan listrik. Tapi, ada atau belum proof Konsuil, PLN bisa menyalurkan listrik tanpa ada sanksi. Apalagi, banyak perumahan enggan diperiksa Konsuil karena ada tambahan biaya. Instalatir perorangan juga tidak diizinkan. Tapi, kebanyakan anggota AKLI tidak mampu menggaji intalatir tetap. Kalau ada order baru merekrut instalatir. Akibatnya, banyak instalatir mencari-cari order sendiri dengan mengaku anggota AKLI. Bahkan, tukang bangunan pun bisa merangkap instalatir.
Contoh Biaya Kontraktor Listrik
Nama Kontraktor Biaya (Rp)
100.000-150.000/titik lampu+material
70.000/titik lampu belum termasuk materia
150.000/titik lampu+material
60.000/titik lampu belum termasuk material
120.000/titik lampu+material
Biaya Pemeriksaan Konsuil
Daya Tersambung (VA) Biaya (Rp)
450
900
1.300
2.200
3.500-7.700
10.600-23.000
33.000-66.000
82.500-97.000 60.000
70.000
85.000
95.000
30/VA
25/VA
20/VA
17,5/VA
Perhitungan Biaya Listrik
Peralatan listrik memakai daya watt. Sementara rekening listrik dihitung PLN berdasarkan voltase ampere (VA) atau daya listrik total. Ini terjadi karena perbedaan daya yang tercantum dengan daya yang digunakan akibat fluktuasi tegangan, dan perbedaan karakteristik peralatan listrik. Daya terpakai neon yang memakai trafo ballast misalnya, dua kali watt yang tercantum di name plat-nya. Peralatan listrik lain bahkan bisa tiga kali.
Belum lagi ada daya yang menguap (tak terpakai) dari piranti listrik yang memakai kumparan seperti pompa air, kulkas, lampu pijar, dan mesin-mesin. Energi yang menguap itu tetap tercatat di rekening. Misalnya, daya TV 100 watt, daya terpakai rata-rata selama dinyalakan 120 VA (yang tahu persis angkanya hanya PLN. Konsumen bisa tahu kalau punya volt meter/multitester). TV dinyalakan 10 jam/hari sehingga satu bulan (30 hari) = 300 jam.
Maka biaya pemakaiannya = 120 x 300 x tarif listrik menurut daya tersambung. Untuk daya 900 VA tarifnya Rp15.000/KVA, daya 1.300 dan 2.200 VA masing-masing Rp25.000 dan Rp27.000/KVA, dan seterusnya. Yang watt dan VA-nya relatif sama hanya lampu hemat energi. Karena itu kita suka disarankan, pandai-pandai memilih piranti listrik. Pilih yang hemat listrik, gunakan secara proporsional dan bergantian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar